Kegiatan Monev Eksternal Program Pengabdian Kepada Mayarakat Mono Tahun STIKES Muhammadiyah Kudus di UNISNU

Dalam rangka meningkatkan mutu pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Penguatan Riset dan Pegembangan,  menghimbau penerima hibah STIKES Muhammadiyah Kudus untuk melaksanakan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Mono tahun pelaksanaan Tahun Anggaran 2018. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin-selasa tanggal 15-16 Oktober 2018 yang bertempat di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara sebagai tuan rumah untuk melaksanakan Monev Eksternal.

Dalam kegiatan ini 33 penerima hibah serta pihak mitra yang ikut serta hadir, memberikan paparan atau presentasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Mereka juga melaporkan laporan kemajuan, laporan keuangan 70%, dokumentasi, produk dan luaran dari hasil kegiatan.

Hadir sebagai Reviewer yaitu Dr.Ir. Rawana M.P dan Tober Berlin Marpaung SE dari Kemenristekdikti. Dalam kegiatan ini juga didiskusikan kendala pelaksanaan kegiatan, dukungan mitra serta target yang sudah dicapai.

Berikut penerima hibah dan judul kegiatan mereka dari STIKES Muhammadiyah Kudus. Ana Zumrotun Nisak, S.SiT.,M.Kes (Peran Serta Masyarakat “Duta ASI Eksklusif dan Kesehatan Perempuan” Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Menuju “Kampung Sayang Ibu dan Anak), dan Nasriyah, S.SiT., M.Keb (PKM sekolah dasar di desa Tumpang Krasak Kecamatan Jati dan Desa Dersalam Kecamatan Bae Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah).

University Research Colloquium (URECOL) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Dengan begitu pesatnya penelitian dan pengabdian masyarakat yang banyak menghasilkan kreasi dan inovasi yang diharapkan tidak hanya berhenti di hasil penelitian, akan tetapi sampai ketahap publikasi dan komersialisasi. University Research Colloquium (URECOL) merupakan suatu forum yang berfungsi untuk memfasilitasi diseminasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat untuk mendapatkan follow up atas research outcomes yang lebih bermanfaat.

Sebanyak 16 dosen STIKES Muhammadiyah Kudus ikut berpartisipasi dalam acara URECOL di UMP salah satunya adalah Ketua STIKES Muhammadiyah Kudus Rusnoto SKM.,M.Kes(Epid) dan Ketua LPPM Noor Cholifah, S.SiT.,M.Kes.

URECOL yang diselenggarakan oleh LPPM Muhammadiyah Se-Jawa Tengah dan DIY yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, berlangsung selama 1 hari yang bertepatan pada hari selasa tanggal 4 September 2018. Acara ini memberikan kesempatan untuk diseminasi, diskusi para peneliti dalam melakukan publikasi ilmiah.

INTERNATIONAL CONFERENCE ON PUBLIC HEALTH (ICPH 2018)

Dalam rangka menganalisis dan mendiskusikan situasi dan isu terkini, Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan International Conference On Public Health (ICPH 2018) dengan tema “Reaching The Unreached: Improving Population Health in The Rural and Remote Areas”. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, pada tanggal 29-30 Agustus 2018 di Best Western Premier Hotel, Solo.

Kegiatan ini menghadirkan 10 pembicara yaitu, Bettina Borisch (Presiden, WFPHA), Amanda Howe (Presiden, WONCA), Jessica Gipson (USA), Sanjiv Kumar (India), Wongsa Laohasiriwong (Thailand), Ashir Ahmed (Jepang), Adrian Schoo (Australia), Adang Bachtiar (Indonesia), Bhisma Murti (Indonesia), dan Hanung Prasetya (Indonesia).

Sebanyak 630 orang peserta dari dalam dan luar negeri ikut berpartisipasi. Antara lain dari Polandia, Italia, Serbia, Greenland, Jerman, Switzerland, Prancis, Swedia, Inggris, India, Malaysia dan lainnya.

LPPM STIKES Muhammadiyah Kudus mengaplikasikan kinerja dosen dengan mengirimkan 6 orang peserta dari unsur dosen. Penugasan peserta atas nama Rusnoto, Noor Cholifah, Anny Rosiana Masyithoh, Indanah, Sri Karyati dan Sukarmin sebagai presentan internasional.

Dalam acara ini juga dibahas masalah kesetaraan gender termasuk pemberdayaan perempuan dalam keputusan ekonomi melahirkan, reproduksi dan rumah tangga. Serta membahas isu-isu etis terkain perencanaan keluarga dan pengendalian populasi.

Adapun rangkaian acara mid ICPH adalah simposium, workshop, dan oral presentasi, dimana para peserta memaparkan hasil penelitian. Materi presentasi yang disampaikan narasumber, peserta oral presentasi, dan peserta poster akan dimuat dalam sebuah prosiding baik cetak maupun online.

Stikes Muhammadiyah Kudus Gelar Pelatihan Etik Dasar dan Lanjut Penelitian Kesehatan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Kudus menggelar kegiatan pelatihan tentang etik dasar dan lanjut penelitian kesehatan yang melibatkan manusia sebagai subyek.
Kegiatan tersebut terselenggara bekerja sama dengan tim Komisi Etik Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Nasional (KEPPKN) Kementerian Kesehatan Repulik Indonesia (Kemenkes RI). Dihadiri ketua KEPPKN sekaligus narasumber pelatihan dr. Triono Soendoro,M.Sc,M.Phil,Ph.D.
Untuk jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tersebut sebanyak 40 orang, terdiri atas dosen dari Stikes Muhammadiyah kudus, Stikes Muhammadiyah Pekajangan,Stikes Muhammadiyah Gombong, UNIMUS peneliti, reviewer dan tenaga kesehatan dari RSUD Kelet Jepara.
Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan merevitalisasi dosen, peneliti, reviewer dan tenaga kesehatan dalam etik dasar dan lanjut penelitian kesehatan. Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai Senin (27/8) hingga Rabu (29/8).
Menurut dr. Triono, etika penelitian merupakan seperangkat prinsip yang harus dipatuhi dalam pelaksanaan penelitian. Kegiatan ini lebih memfokuskan etik dasar dan lanjut penelitian kesehatan, melakukan penyegaran, dan menyamakan persepsi dosen, peneliti dan reviewer tentang etiko legal penelitian. Pada kesempatan ini juga sebagai peresmian terbentuknya Komite etik di Stikes Muhammadiyah Kudus (sebagai tempat rujukan melakukan dan mendapatkan ethical clereance penelitian).

Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Harus Dioptimalkan

Penelitian dan pengabdian masyarakat memiliki peranan penting bagi perguruan tinggi. Setidaknya, 16 dari 24 instrumen dalam akreditasi merupakan bagian dalam penilaian akreditasi perguruan tinggi.

Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jawa Tengah Prof Dr Dwi Yuwono Puji Sugiharto MPd pada pembukaaan workshop pengungahan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat pada sistem informasi manajemen penelitian dan pengabdian masyarakat (Simlitabmas) bagi dosen perguruan tinggi swasta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Jawa Tengah tahun 2019 yang diselenggarakan Forum Komunikasi (Forkom) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Se-Jateng di Stikes Muhammadiyah, Kamis (9/8). Menurut pria yang akrab disapa Prof DYP ini, perguruan tinggi swasta dan negeri memiliki posisi yang sama.

Pasalnya, kualitas pendidikan diukur melalui akreditasi.

Koordinatar Perguruan tinggi Swasta (Kopertis) yang selama ini hanya melayani perguruan tinggi swasta, saat ini berubah menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi yang juga melayani perguruan tinggi negeri.

”Ini menunjukkan PTS dan PTN sekarang posisinya sama. Akreditasi menjadi sangat penting. Untuk mencapai akreditasi, instrumen penelitian dan pengabdian masyarakat memiliki peranan penting,” terangnya.

Ketua Forkom LPPM Se-Jateng Ir Suharno Widodo MSi berharap kopertis mau bersinergi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah maupun pemerintah daerah, sehingga ketika ada pengabdian bisa bekerjasama, mengingat di Forkom terdapat tim pakar yang mampu mempermudah dan bisa membawa kemajuan.

”Pemerintah daerah tidak hanya membantu pembiayaan, akan tetapi bisa memfasilitasi sehingga bisa membantu teman-teman LPPM mendapatkan hibah dari Kemenristek Dikti sehingga mampu mencerdaskan masyarakat Jateng,” katanya. Ketua Stikes Muhammadiyah Kudus Rusnoto SKM MKes Epid mengatakan, kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di Stikes Muhammadiyah Kudus telah berjalan baik.

Stikes telah mendaatkan dana hibah dari Dikti untuk kegiatan ini. ”Lembaga Stikes Muhammadiyah Kudus telah mendapatkan akreditasi B, begitu juga untuk program- program studi yang ada di sini,” imbuhnya.

PELATIHAN ETIK DASAR DAN LANJUT DALAM PENELITIAN KESEHATAN YANG MENGIKUTSERTAKAN MANUSIA SEBAGAI SUBYEK

      Etika merupakan seperangkat prinsip yang harus dipatuhi agar pelaksanaan suatu kegiatan oleh benar (the right conduct) atau suatu filosofi yang mendasari prinsip tersebut. penelitian bidang kesehatan pada awal nya merupakan penelitian bidang kedokteran yang umumnya dilakukan oleh para dokter pada diri sendiri atau anggota keluarga serta orang-orang terdekat. Dahulu penelitian bidang kedokteran dilakukan tanpa adanya masalah mengganggu. Etik penelitian kedokteran menjadi perhatian karena menimbulkan masalah antara lain akibat adanya pelanggaran hak individu atau subyek manusia dan kesadaran masyarakat yang makin meningkat.
Kompetensi reviewer yang baik akan menghasilkan review etika yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan. seorang reviewer perlu memiliki pikiran terbuja terhadap perkembangan dan informasi baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat umum, sehingga perlu berpikir dua kali sebelum meloloskan atau menolak suatuu proposal.
Reviewer juga diharapkan memiliki komitmen dan kemauan keras untuk mengupayakan peningkatan mutu proses, produk, status pengembangan, penguasaan, pemanfaatan pengetahuna, ilmu, teknologi dan dapat menyediakan waktu khusus untuk kegiatan review proposal penelitian yang menjadi tugasnya.
Kami mengundang sejawat untuk menghadiri Pelatihan Etik Dasar dan Lanjut sebagai Penelitian dengan Mengikutsertakan Manusia sebagai Subjek yang akan diselenggarakan pada tanggal 27-29 Agustus 2018

KLINIK PROPOSAL 2018

Dalam rangka meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat, Senin 26 Maret 2018 LPPM STIKES Muhammadiyah Kudus menyelenggarakan klinik proposal dengan tema “Tingkatkan Kinerja Dosen Penelitian dan Pengabdian dengan pembicara Bapak Dr. Muhtadi, M.Si (reviewer nasional Dikti).

“Proposal yang baik tentunya harus memiliki tiga hal yaitu sistematika (desk format), subtansi dan realistik dari isi proposal tersebut”, tutur beliau.

Dalam klinik yang diikuti kurang lebih 40 dosen STIKES Muhammadiyah Kudus dijelaskan berbagai skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2018 yang secara lengkap dapat dilihat pada buku Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Edisi XII.

Dalam klinik tersebut juga telah siap beberapa proposal penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang dikonsultasikan kepada pembicara sehingga terdapat berbagai masukan-masukan yang baik dari pembicara.
Ketua LPPM STIKES Muhammadiyah Kudus mengharapkan para dosen untuk segera menyusun proposal penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat  agar di evaluasi ( review) oleh LPPM dan Dr Muhtadi dalam dua minggu kedepan sebelum diusulkan Simlitabmas Ristekdikti.

Hibah Tahun 2018

STIKES Muhammadiyah Kudus pada tahun anggaran 2018 menerima Hibah pendanaan dari Dikti untuk penelitian dan pengabdian masyarakat dalam skim Penelitian Dosen Pemula, Penelitian Disertasi Doktor, dan Program Kemitraan Masyarakat.

Ketua LPPM STIKES Muhammadiyah Kudus Ibu Noor Cholifah,S.SiT.M.Kes menyampaikan hal tersebut merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi institusi. “Tentu ini prestasi yang sangat membanggakan bagi kami.” Ungkapnya.

LPPM menyatakan kami siap menjadi fasilitator bagi dosen yang lolos pada hibah dikti periode tahun ini. “Kedepan, ini harus kita pertahankan dan tingkatkan. Kita berharap kerjasama dan tim work terus dibangun untuk dapat mengikuti penelitian lainnya, serta menuju pencapaian visi dan misi LPPM STIKES Muhammadiyah Kudus,” Imbuhnya.

PELATIHAN HKI BAGI DOSEN

Amalia Rahmawati selaku wakil dari LPPM STIKES Muhammadiyah kudus turut berpartisipasi dalam  Pelatihan Perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi Dosen dan Peneliti di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Rektorat UMK, Sabtu (10/2/2018). Pelatihan  yang  menghadirkan Prof. Ocky Karna Radjasa M.Sc Ph.D (direktur DRPM Kemenristek Dikti) dan Dr. Setyawati SH. M.Hum (Kabid Pelayanan Hukum Kemenkum HAM RI) sebagai narasumber menyatakan setelah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti) digabung, core-nya adalah penelitian. ‘’Maka pemerintah membuat kebijakan untuk meningkatkan produktivitas penelitian dan pengembangan. Strateginya, yaitu dengan meningkatkan HKI yang didaftarkan, publikasi internasional dan prototipe hasil penelitian dan pengembangan,’’ tuturnya. Lanjutkan membaca “PELATIHAN HKI BAGI DOSEN”

URECOL 7

Pada waktu yang bersamaan LPPM STIKES Muhammadiyah Kudus juga mendelegasikan peserta URECOL7 (The 7th University Research Colloquium) sebanyak 10 dosen (1.Noor cholifah, 2. Ika tristanti, 3. Indanah (Noor Eswanti), 4. Umi Faridah, 5. Rusnoto, 6.Anny Rosiana, 7. Tri suwarto, 8. Sri karyati, 9.dwi astuti), dan 10. Noor Chandiq) yang merupakan forum diseminasi hasil riset di bawah payung konsorsium LPPM PTM Jateng dan DIY yang bertema “Implementasi Perguruan Tinggi dalam Desiminasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat” di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta dengan keynote speaker Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. lebih jauh, kegiatan tersebut merupakan forum seminar nasional yang memberikan kesempatan untuk diseminasi, diskusi, untuk mendapatkan tindak lanjut atas capaian dari penelitian agar lebih bermanfaat